Sejarah Singkat

BPR Kanti

PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT “SUKAWATI PANCAKANTI”

PT. BPR Sukawati Pancakanti yang lebih dikenal dengan sebutan BPRKanti, berdiri dengan akte notaris Nomor:151 tanggal 27 September 1989 notaris I Putu Chandra, SH. Akte pendirian/anggaran dasar telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya Nomor:C2-10594.HT.01.01. TH 1989 tertanggal 18 Nopember 1989 berkedudukan di Kecamatan Sukawati Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar, Propinsi Bali. Dengan ijin prinsip dari Departemen Keuangan Republik Indonesia Nomor:S-1029/MK.13/1989 tertanggal 25 Agustus 1989.

Selanjutnya adanya perubahan anggaran dasar PT. BPR Sukawati Panca kanti dengan akte notaris Nomor: 200 tanggal 29 Agustus 2001 notaris I Putu Chandra, SH. untuk memperbesar modal dasar dari Rp 200 juta menjadi Rp 1.500 juta, telah mendapatkan pengesahan dari Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor:C.09837.HT.01.04.TH 2001 tertanggal 3 Oktober 2001.

Dan perubahan Akta No. 70 tanggal 18 Juni 2008 untuk penyesuaian dengan UU PT No. 40 Tahun 2007, kemudian berdasarkan akta perubahan terakhir No. 75 tanggal 15 September 2008 Notaris I Putu Chandra, SH terjadi peningkatan modal dasar bank dari sebesar Rp 1.500 juta,- menjadi sebesar Rp 4.000 juta,- dengan mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asazi Manusia RI dengan Nomor:AHU-78246.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 24 Oktober 2008 dan persetujuan dari Bank Indonesia berdasarkan Surat Nomor:10/1056/DKBU/IDAd/Dpr tanggal 16 Desember 2008.

Dalam rangka memperkuat permodalan sehingga pemegang saham seluruh laba disetorkan kedalam bentuk modal setor sehingga modal setor menjadi Rp 4.000 juta,- dengan modal dasar menjadi Rp 10.000 juta,- sesuai dengan akta No. 106 tanggal 30 Maret 2010 dan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. AHU-19390.A.H.01.02. Tahun 2010, tanggal 15 April 2010

Untuk memperkuat permodalan dalam rangka antisipasi persaingan yang begitu ketat, maka pemegang saham sepenuhnya deviden disetorkan kemodal setor sebesar Rp 3.000 juta,- sehingga modal disetor menjadi Rp 7.000 juta,- sesuai dengan akta No. 28 tanggal 14 Pebruari 2012 dan persetujuan Menteri Hukum dan HAM RI No. AHU-0031052.AH.01.09 tahun 2012 tanggal 12 April 2012

Sesuai Akta No. 32 tanggal 12 Agustus 2014 Notaris I Putu Chandra, SH modal setor menjadi Rp 10.000,- telah dicatat pada database Kementerian Hukum dan HAM No:AHU-06535.40.20.2015 tertanggal 14 Agustus 2014, dan pada tanggal 24 Desember 2014 kembali penambahan modal setor secara tunai sebesar Rp 2.400 juta,- dan modal setor menjadi Rp 12.400 juta,-. Karena Pemegang saham fokus untuk membesarkan banknya sehingga deviden jarang dibagi yang berakibat modal setor meningkat menjadi Rp 24.000 juta,- pada bulan Januari 2016 yaitu dengan Akte No.68 tanggal 22 Januari 2016 Notaris I Putu Chandra, SH dan telah mendapat persetujuan Kementerian Hukum dan HAM No. AHU-AH.01.03-0006009 tertangal 25 Januari 2016, pada tahun 2017 dalam rangka memperkuat posisi permodalan bank, pemegang saham kembali melakukan peningkatan modal dengan melakukan penambaham modal setor sebesar Rp 1.000 juta,- sehingga modal setor menjadi Rp 25.000 juta selain itu melakukan peningkatan modal dasar menjadi Rp 100 milyar,- sesuai dengan akta notaris I Putu handra, SH No. 46 tertanggal 20 Januari 2017 dan telah mendapat persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM No. AHU-0002244.AH.01.02.Tahun 2017 tanggal 27 Januari 2017.